Media Komputer dalam sistem pembelajaran
1.
Pengertian media pembelajaran
Media pada dasarnya adalah alat untuk memberikan kemudahan dalam
menjalankan profesi. contohnya seperti
seseorang yang bekerja sebagai kuli bagunan ia membutuhkan alat-alat seperti tang,gergaji,dan
yang lainnya alat-alat tersebut merupakan media bagi seseorang yang berprofesi
sebagai kuli bangunan karna alat-alat tersebut dapat membantu pekerjaannya.
Istilah media berasal
dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang
secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses
belajar mengajar pada dasamya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media
yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Media dapat
didefinisikan sebagai alat bantu yang digunakan untuk mempermudah pembelajaran
dan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Hubungan
media pembelajaran dengan media pendidikan. Media pmerupakan media yang
digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada hakekatnya
media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga
merupakan proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran,
maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian pendidikan
itu sendiri. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya
media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar
tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak semua media pendidiikan
adalah media pembelajaran, tetapi setiap media pembelajaran pasti termasuk
media pendidikan.
Media yang digunakan
oleh guru dapat di ibaratkan sebagai bagian software dan hardware. Software
berfungsi sebagai pesan yang akan disampaikan kepada murid dan hardware adalah
alat / media dalam membantu pembelajaran.
2. Standar Profesi Guru
Tuntunan profesi seorang guru terdapat dalam lampiran
permendiknas no 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan
kompetensi guru.
a. Kualifikasi akademik
Kualifikasi akademik guru pada satuan pendidikan jalur formal mencangkup
kualifikasi akademik guru pendidikan anak usia dini/taman kanak-kanak/Raudatul
atfal (PAUD/TK/RA), guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah(SD/MA) guru
sekolah menengah pertama/madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), guru sekolah menengah atas/madrasah aliyah
(SMA/MA), guru sekolah dasar luar biasa/sekolah menengah luar biasa/sekolah
menengah atas luar biasa (SDLB/SMPLB/SMALB), dan guru sekolah menengah
kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK).
b. Kompetensi Guru
Kompetensi Guru di bagi menjadi 4
aspek yaitu :
2) Kompetensi Kepribadian
3) Kompetensi Profesional
4) dan Kompetensi Sosial.
3. Kebutuhan Siswa
Salah satu yang dibutuhkan siswa dalam pembelajaran adalah sumber belajar.
Sumber belajar adalah sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
pembelajaran dalam memahami dan memperoleh suatu pembelajaran dan sikap. Sumber
belajar yang digunakan dalam prose pembelajaran :
1) Manusia
2) Pesan
3) Teknik
4) Alat
5) Bahan
6) Lingkungan
4. Kedudukan media dalam komunikasi pendidikan
Komunikasi adalah suatu proses
dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok,
organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi
agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Peranan media dalam komunikasi pendidikan yaitu ;
a.
Menghindari terjadinya
ferbalisme
b.
Meningkatkan perhatian
c.
Menarik perhatian siswa
d.
Mengaktifkan siswa
dalam kegiatan pembelajaran.
Unsur-unsur yang mempengaruhi keberhasilah komunikasi:
a. Komunikator
b. Penerima pesan
c. Konteksnya (lingkungan)
d. Sistem penyampaiannya
5. Kedudukan media dalam sistem pembelajaran
Pada umumnya kedudukan Media Pembelajaran berfungsi sebagai alat
perantara atau alat pengatur pesan dalam kegiatan pembelajaran yaitu memberikan
stimulus kepada siswa agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan guru,
dari konsep-konsep yang masih abstrak menjadi gambaran yang lebih konkrit. Sikap dan perilaku seseorang
juga akan mengalami perubahan setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan
pengalaman baru.
Kedudukan media dalam sistem belajar mengjar adalah sebagai
berikut :
a. Memperjelas penyajian pesan
b. Media pembelajaran dapat mengarahkan perhatian anak
c. Media dpat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
d. Media memberikan kesamaan pengalaman
6. Tahap Perubahan pembelajaran konvensional hingga bermedia
Model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran
yang biasa diterapkan guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran atau dapat disebutkan juga pola pembelajaran yang masih sangat
tradisional . Penyelenggaraan pembelajaran konvensional
lebih sering menggunakan modus telling (pemberian informasi), daripada modus
demonstrating (memperagakan) dan doing direct performance (memberikan
kesempatan untuk menampilkan unjuk kerja secara langsung). Dalam perkataan
lain, guru lebih sering menggunakan strategi penyampaian informasi secara
langsung kepada siswa dengan mengikuti urutan materi dalam kurikulum secara
ketat.
Tahapan perubahan pola
pembalajaran konvensional hinnga bermedia
- Pola Pembelajaran Konvensional I
Pola pembelajaran guru dengan siswa tanpa menggunakan
alat bantu/bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga. Pola pembelajaran ini
tergantung pada kemampuan guru dalam mengingat bahan pembelajaran dan
menyampaikan bahan tersebut secara lisan kepada siswa.
- Pola Pembelajaran Konvensional II
Pola (guru + alat
bantu) dengan siswa. Pada pola pembelajaran ini guru sudah dibantu oleh
berbagai bahan pembelajaran yang disebut alat peraga pembelajaran dalam
menjelaskan dan meragakan suatu pesan yang bersifat abstrak.
- Pola Pembelajaran Guru Bermedia
Pola (guru) + (media)
dengan siswa. Pola pembelajaran ini sudah mempertimbangkan keterbatasan
guru yang tidak mungkin menjadi satu– satunya sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran,
guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran sebagai sumber belajar yang
dapat menggantikan guru dalam pembelajaran, jadi siswa dapat memperoleh
informasi dari berbagai media sebagai sumber belajar, misalnya dari majalah,
modul, siaran radio pembelajaran, televisi pembelajaran, media komputer dan
internet. Pola ini merupakan pola pembelajaran bergantian antara guru dan media
dalam berinteraksi dengan siswa.
- Pola Pembelajaran Bermedia
Pola pembelajaran media
dengan siswa atau pola pembelajaran jarak jauh menggunakan media atau bahan
pembelajaran yang disiapkan, dalam pola ini, siswa belajar dengan media, tanpa
campur tangan guru, artinya, guru hanya sebagai fasilitator yang menyiapkan
bahan atau materi pembelajaran saja yang kemudian bahan tersebut diaplikasikan
pada media sebagai sumber belajar siswa yang utama
|
Materi- media -siswa
|
|
|
7. Sejarah perkembangan media
Pada awalnya guru merupakan satu-satunya sumber untuk
memperoleh pembelajaran. Tetapi dengan berkembangnya zaman banyak para ilmuan
mencari sebuah alat bantu atau biasa disebut media, untuk mempermudah
pembelajaran. Perkembangan media dalam melalui beberapa tahap yaitu
a. Buku bergambar
Pada
abad ke 17 tepatnya tahun 1657, diterbitkanlah buku bergambar yang berjudul Orbis Sensualium. Buku ini dibuat oleh tokoh bernama Johan
Amos Comenius. Penulisan buku ini didasari oleh konsep yaitu, tidak ada segala
sesuatu dalam pikiran manusia tanpa terlebih dahulu melalui penginderaan.
b. Audio
Selanjutnya pada abad ke 20 tepatnya tahun 1930
diciptakanlah media audio contohnya, radio dan recorder (perekam suara). Radio
digunakan untuk menyebarkan informasi secara luas melalui suara. Recorder
digunakan untuk merekam informasi yang berupa suara dan memutar kembali
informasi tersebut saat diperlukan. Keuntungan media audio ini yaitu, dapat
menyampaikan informasi secara lengkap tanpa adanya modifikasi dari pihak-pihak
lain.
c.
Audio
visual
kemudian berkembanglah media audio visual, yang
mengkombinasikan informasi gambar dengan suara pada tahun 1943-1945. Media audio visual ini digunakan oleh angkatan
senjata Amerika. Diciptakanlah sekitar 400 film pelatihan untuk melatih serta
menyiapkan pasukan perang Amerika. Media ini sangatlah efektif dalam
penggunaanya saat itu.
d.
Gambar
bergerak
Pada
tahun 1950 munculah media gambar bergerak yang biasa disebut televisi. Televisi
digunakan untuk menyampaikan informasi ke khlayak umum.adanya chanel-chenel
pendidikan dalam TV. Yang memungkinkan seseorang belajar sambil menonton.
e.
Multimedia
Pada Tahun 1950-1955
muncullah komputer sebagai sarana yang multifunngsi. Dengan adanya
software-software di dalam komputer. Dengan adanya software-software dalam
komputer, Dapat memudahkan seseorang menyampaikan informasi secara mudah dan
cepat. Pada abad ke 21 tepatnya tahun 2001 sampai sekarang munculah media
pembelanjaran berbasis ICT. Semua gadget seperti tablet, handpone, notebook,
dan laptop dapat terkoneksi ke internet. Melalui internet seseorang dapat
mengakses informasi secara global dan belajar online denga e-learning.
Seseorang juga dapat membaca buku elektronik seperti BSE. Semua orang dapat
belajar sendiri tanpa adanya guru, dimana saja dan kapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar