Pemanfaatan Teknologi
dalam Pendidikan Agama Islam
A. Pemanfaatan teknologi dalam Pembelajaran PAI
1. Pola Pemanfaatan Media
Teknologi
Ada beberapa pola pemanfaatan teknologi
media pembelajaran:
a. Pemanfaatan media
dalam situasi kelas (classroom setting) dalam tatanan (setting) ini media
pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan
pemanfaatanya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam
merencanakan pemanfaatan media itu guru harus melihat tujuan yang akan dicapai,
materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan itu, serta strategi
belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan itu. Media pembelajaran yang
dipilih haruslah sesuai dengan ketiga hal itu, ialah materi, dan strategi
pembelajaranya.
b. Pemanfaatan media di
luar situasi kelas.
Pemanfaatan media pembelajaran diluar
situasi kelas dapat dibedakan dalam dua kelompok utama:
1. Pemanfaatan secara
bebas
Yang dimaksud dengan pemanfaatan secara
bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Pembuat
program media mendistribusikan program media itu dimasyarakat pemakai media
baik dengan cara diperjual belikan maupun didistribusikan secara bebas, dengan
harapan media itu dapat digunakan orang dan cukup efektif untuk mencapai tujuan
tertentu.
Sebagai contoh jenis pemanfaatan media
seperti ini ialah pemanfaatan siaran radio pendidikan. Pada saat ini banyak
siaran radio atau televisi yang bersifat pendidikan. Program-program itu
disiarkan dengan maksud untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan tertentu.
Pemanfaatan program itu kebanyakan tidak dikontrol oleh penyelenggara siaran.
Program tersebut disiarkan dengan harapan didengarkan dan dimanfaatkan oleh orang.
Dalam hal ini penyelenggara siaran juga tidak mengatur bagaimana program itu
didengar dan dimanfaatkan.
2. Pemanfaatan secara
terkontrol
Yang dimaksud pemanfaatan media secara
terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang
diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan tertentu. Anggota kelompok
diharapkan dapat berinteraksi baik dalam diskusi maupun dalam bekerja sama
untuk memecahkan masalah, memperdalam pemahaman, atau menyelesaikan tugas-tugas
tertentu.
Hasil belajar mereka dievaluasi secara
teratur. Untuk keperluan evaluasi ini pembuat program media perlu menyediakan
alat evaluasi tersebut. Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan program media
secara terkontrol:
a) Pemanfaatan siaran
radio pendidikan utuk penataran guru.
Pusat teknologi komonikasi pendidikan
dan kebudayaan sejak tahun 1975 telah menyelenggarakan program penataran guru
SD melalui radio yang disebut proyek teknologi komonikasi pendidikan dasar
(TK.PD). siaran radio pendidikan ini program-programnya dibuat oleh Pus
Tekkom bersama dengan direktorat Pendidikan Dasar (Dikdiknas) Ditjen dikdasmen,
terutama untuk memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum dan materi program
siaran. Pus Tekkom kemudian mengkoordinasikan penjabaran materi itu kedalam
naskah siaran dan kemudian merekanya dalam kaset.
b) Pemanfaatan media
untuk mencapai ijazah persamaan SMA,di AS
Di Amerika Serikat ada beberapa negara
bagian yang menyelenggarakan program pendidikan untuk mendapatkan ijazah
persamaan SMA (Highscool equevalanc). Siswa tersebut kemudian dapat belajar
secara bebas menggunakan bahan belajar berupa media cetak dan media lain.
3. Pemanfaatan media
secara perorangan, kelompok atau massal
a) Media dapat dapat
digunakan secara perorangan.
Artinya media itu digunakan oleh
seseorang sendiri saja. Banyak media yang memang dirancang untuk digunakan
secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk
pemanfaatan yang jelas sehinggah orang dapat menggunakanya dengan mandiri,
artinya orang itu tidak perlu bertanya kepada orang laintentang bagaimana cara
menggunakanya, alat apa yang diperlukan, dan bagaiman mengetahui bahwa ia telah
berhasil dalam belajar.
b) Media dapat digunakan
secara berkelompok
Keuntugan belajar menggunakan media
secara kelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan
yang sedang dipelajari. Media yang digunakan secara kelompok harus memenuhi
beberapa persyaratan yaitu suara yang disajikan oleh media itu harus cukup
keras sehinggah semua anggota kelompok dapat mendengarnya, gambar atau tulisan
dalam media itu harus cukup besar sehinggah dapat dilihat oleh semua anggota
kelompok itu, dan perlua ada penyajian yang dapat memperkeras suara dan
membesarkan gambar (proyektor)
c) Media dapat juga
digunakan secara massal.
Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan,
bahkan ribuan dapat menggunakan media itu bersama-sama. Media yang dirancang
seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti radio televisi, atau
digunakan dalam ruang yang besar.
2. Strategi Pemanfaatan
Supaya media dapat digunakan secara
efektif dan efesien ada tiga langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan
media yaitu:
1. Persiapan sebelum
menggunakan media
Supaya penggunaan media dapat berjalan
dengan baik kita perlu membuat persiapan dengan baik pula. Pertama-tama kita
pelajari buku petunjuk yang telah disediakan. Kemudian kita ikutu petunjuk itu.
Peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu disiapkan
sebelumnya. Dengan demikian pada saat kita menggunakan nanti kita tidak akan
digaggu dengan hal-hal yang mengurangi kelancaran penggunaan media
itu.Peralatan media perlu kita tempatkan dengan baik sehinggah kita dapat
melihat dan mendengarkan progranya dengan enak.
2. Kegiatan selama
menggunakan media
Yang perlu dijaga selama kita
menggunakan media adalah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat
mengganggu perhatian dan konsetrasi harus dihindarkan. Kalau mungkin ruangan
jangan digelapkan sama sekali, supaya kita masih dapat menulis bila kita
menjumpai hal-hal yang penting atau menulis pertanyaan bila ada bagian yang
tidak jelas atau sulit dipahami.
Bila kita menulis atau membuat gambar
atau membuat catatan singkat, usahakan hal tersebut tidak mengganggu
konsentrasi kita. Jangan sampai perhatian kita terlalu banyak tercurah pada apa
yang kita tulis sehinggah kita tidak dapat memperhatikan sajian media yang
sedang berjalan.
3. Kegiatan tindak lanjut
Maksud kegiatan tidak lanjut ini adalah
untuk menjajaki apakah tujuan telah tercapai dan untuk memantapkan pemahaman
terhadap materi intruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan. Bila
kita belajar secara berkelompok kita perlu mengadakan diskusi kelompok untuk
membicarakan jawaban soal tes atau untuk membicarakan hal-hal yang kurang jelas
atau sulit dipahami. Misalnya melakukan tindak lanjut dengan melakukan
percobaan, observasi, menyusun sesuatu dan sebagainya.
3. Perkembangan Teknologi
Pendidikan di Era Globalisasi
Kemajuan teknologi dewasa ini dan di
masa yang akan datang terutama dibidan informasi dan komunikasi menyebabkan
dunia menjadi sempit cakupannya. Interaksi antara bangsa yang satu dengan
bangsa yang lainnya, baik yang di sengaja ataupun tidak disengaja menjadi
semakain ntensif. Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan negara-negara di
dunia. Globalisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.
Pada era globalisasi, ada kecenderungan
kuat terjadinya proses universalisasi yang melanda seluruh aspek khidupan
manusia. Salah satu implikasi penyeragaman terlihat dengan munculnya gaya hidup
global seperti makanan, pakaian dan musik. Anak-anak kecil yang mengenal
film-film kartun dari berbagai negara, kita sudah banyak mengenal makanan dari
negara-negara lain, dan deman mode melanda semua negara, contoh nyata bahwa
arus globalisasi tidak terbendung di negara kita.
Banyak hal yang perlu di cermati agar
sebagai bangsa kita tidak ketinggalang oleh hala-hal yang baru, yang terjadi
secara global sehingga kita dapat beradaptasi dengan negara-negara di dunia. Di
sisi lain kita juga harus punya filter yang kuat agar pengaruh globalisasi yang
negatif tidak mengganggu kehidupan bangsa kita yang menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur, budi pekerti dan memiliki budaya yang sarat
dengan nilai kebangsaan. Hal ini penting agar kita menjadi bangsa yang
bermartabat tampa harus ketinggalang dengan negara-negara lain.
Di bidang pendidikan, perang guru untuk
mendidik peserta didik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman
tampa meniggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan
generasi bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang bisa menjembatani
kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melakukan usaha-usah yang nyata yang
bisa diterapkan dalam mendidik peserta didiknya.
4. Pemanfaatan teknologi
dalam Pembelajaran
Dulu para ulama mengandalkan lisan untuk
menyebarkan [risalah] penutup para nabi dan banyak dari mereka yang
menghabiskan waktu berbulan-bulan berkelana dengan kuda atau onta untuk berbagi
kabar gembira tentang Islam kepada yang lain. Usaha keras yang luar biasa,
melelahkan, menghabiskan banyak waktu dan kesulitan besar merupakan keadaan
yang bisa menganggu hal utama. Perang suku, cuaca yang tidak bersahabat, dan
peralatan sederhana hanyalah beberapa kondisi yang sering menghambat usaha
berpergian demi jalan dakwah
Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-
hari, guru dan pelajar membutuhkan alat-alat pelajaran. Alat
pelajaran adalah yang di pakai untuk di kelas misal, papan tulis, spidol,
spidol, dan melihat perkembangan zaman di dunia modern ini, guru dituntut lebih
kreatif menggunakan media yang lebih efektif dalam pembelajaran seperti
komputer, internet dan lain sebagainya.
5. Kendala-kendala
pengimplikasian Teknologi Pendidikan di Indonesia
Dunia pendidikan hari ini dihadapkan dengan
pelbagai persoalan: ledakan informasi teknologi, industrialisasi, globalisasi,
dan liberalisasi. Ditengah ini semua, dunia pendidikan dituntut untuk bersikap
lebih realistik dan pragmatik dalam arti kata bisa memenuhi kebutuhan pasar:
mensupply tenaga kerja yang siap pakai. Untuk tujuan ini, tidak
sedikit sekolah dan institusi-institusi pendidikan yang banting stir,
mengorbankan idealismenya, mengubur cita-cita luhurnya. Karena mereka khawatir
jika mereka tidak mengikuti selera pasar, maka mereka harus siap ditinggal para
“consumer”nya alias berpindah kepada lembaga pendidikan lain yang lebih
menjanjikan. Hari ini, sekolah atau universitas yang baik dilihat dari tingkat
keterserapan alumninya di pasar kerja: semakin banyak alumninya yang diterima
bekerja, semakin tinggi rating dan kualitas lembaga pendidikan tersebut,
sebaliknya semakin sedikit jebolannya bisa memasuki pasar kerja, semakin rendah
pulalah kredibilitasnya. Jadi kualitas sama dengan keterserapan alumninya ke
dalam lapangan kerja.[11]
Jika memang TIK dan internet memiliki
banyak manfaat, maka penting bagi kita untuk segera menggunakannya. Namun ada
beberapa kendala di Indonesia yang mneyebabkan TIK dan internet belum dapat
digunakan sepotensial muingkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut di
pertanyakan dalam hal ini.
Salah satu penyebab utama dalah kurangnya
ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur
telekomunikasi dan perangkat hukum yang mengaturnya. Apakah infrastruktur hukum
yang melandasi oprasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung
perkembangan baru berupa penerapan TIK untuk pendidikan ini? Perlu di ketahui
bahwa Cyber law belum diterapkan pada hukum pendidikan di Indonesia. Selain itu
masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan teknologi informasi, multimedia
dan informasi yang merupakan persyaratan terselenggaranya IT untuk
pendidikan sementara penetrasi Komputer di Indonesia masih rendah.
Hal ini tentunya dihadapkan kembali
kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta walaupun pada akhirnya terpulang
lagi nkepada pihak pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim
kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi nvestasi swasta dalam bidan
pendidikan . sementara itu, pemerintah sendiri demikian pelit untuk
mengalokasikan dana untuk pendidikan saat ini
B
Pemanfaatan Komputer dalam pembelajaran PAI
1. Komputer sebagai media
Baru dalam Proses Komunikasi Pembelajaran
Aplaikasi teknologi komunikasi cederung
mengarah pada aspek pengelolaan proses komunikasi, pemanfaatan media komunikasi
baru, serta sistem informasi atau manajemen arus informasi. Kondisi yang
mengakibatkan terjadinya pemanfaatan teknologi dalam komunikasi ini diasumsikan
merupakan salah satu akibat dari adanya “difusi Inovasi”. Proses komunikasi
melalui komputer tidak hanya menuntut kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan
mengetik. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses komunikasi dengan
melalui media komputer menurut keterampilan menggunakan
media komunikasi komputer dari individu, baik yang bertindak sebagai pengirim
maupunb penerima pesan.
Informasi yang di persiapkan dalam
jumlah banyak untuk keperluan komunikasi yang dinamis mudah dilakukan melalui
penyimpanan data dalam bentuk basis data atau database dalam komputer. Pool
(1983) menyatakan bahwa informasi yang besar bisa diedit (diproses) disimpan
ditransformasikan, dan di cari kembali dengan cepat serta tidak menutup
kemungkinan kembali untuk digunakan dalam kertas, pendapat tersebut memberikan
arahan bahwa proses komunikasi dengan media komputer cenderung memperoleh nilai
efektifitas prosesw komunikasi pembelajaran, dan ini snagat berperan
penting dalam pembelajaran Pendidikan Islam
2. Tujuan pemanfaatan
Komputer dalam pembelajaran PAI
Agar pembelajaran pendidikan agama islam
bukan semata-mata mengajarkan siswa tentang pembelajarn yang bersifat agama
tapi bagaiman pendidikan agama di komparasikan dengan teknologi
a. Tujuan Umun
Secara umum penggunaan alat laboratorium
Komputer berfungsi sebagai salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk
pemberdayaan dan penciptaan operasi yang efektif dalam membimbing dan mendorong
serta membantu peserta didik dalam penyelenggarakan pendidikan yang lebih
bermutu dan ketercapaian lulusan yang bermutu pula.
b. Tujuan khusus
1) Komputer diajarkan
sebagai salah satu mata pelajaran yang pelaksana-annya dilakukan pada hari
efektif, sebagai upaya mempersiapkan peserta didik bersikap
2) Komputer meningkatkan
mutu peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar agar mampu menguasai
dasar teknologi dalam menghadapi perubahan yang dinamis dalam kehidupannya.
3) Komputer dapat
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mempelajari informasi baru sekaligus
menyeleksi informasi yang bermanfaat bagi pendidikan.
4) Laboratorium Komputer
dapat mengembangkan pengetahuan peserta didik dalam mengimplementasikannya pada
mata pelaj
c. Hasil yang Diharapkan
Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam
sarat dengan nilai-nilai bagi pembentukan pribadi muslim, namun apabila materi
itu disajikan dengan cara yang kurang tepat, tidak mustahil akan timbul pada
diri siswa rasa tidak senang terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
bahkan juga terhadap gurunya.
Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian adalah penggunaan media
pembelajaran secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Sebagai guru
Pendidikan Agama Islam tampaknya dalam mempengaruhi siswa untuk dapat
mempelajari dan memahami ajaran Islam sesuai dengan kemampuan nalar manusia
terhadap wahyu Allah dan RasulNya perlu dibantu dengan menggunakan media pembelajaran
yang dipersiapkan dengan baik, berarti Guru Pendidikan Agama Islam telah
membantu siswanya mengaktifkan unsur-unsur psikologis yang ada dalam diri
mereka seperti pengamatan, daya ingat, minat, perhatian, berpikir, fantasi,
emosi dan perkembangan kepribadian mereka. Sikap jiwa mereka yang tenang dengan
minat belajar yang besar sangat potensial sekali ditumbuh kembangkan sebagai
dasar materi keimanan, ibadah, sikap sosial, pembentukan akhlak karimah dan
sebagainya.
Berdasarkan tujuan umum dan tujuan khusus
diharapkan :
1) Kemampuan peserta
didik dalam memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran.
2) Meningkatkan pemahaman
peserta didik dalam menyamakan persepsi tentang konsep kerangka dasar serta
pengetahuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
3) Mengembangkan
kemampuan peserta didik untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata.
4) Menumbuhkan pemikiran
yang reklektif serta memelihara keterlibatan aktif para siswa dalam proses
belajar mengajar.
5) Dengan teknologi komputer
dasar memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan suatu pandangan
yang menyeluruh serta memadukan pengetahuan yang diperoleh dari berbagai
disiplin dengan mengabaikan batasan-batasan yang bersifat arti fisial.
6) Dengan menggunakan
laboratorium Komputer sebagai persiapan yang memadai agar dimasa depan dapat
berperan dimasyarakat serta sebagai orientasi pendidikan dan pekerjaan dimasa
yang akan datang.
7) Dengan menggunakan
laboratorium komputer dapat memberi sumbangan bagi pendidikan secara umum
dengan cara memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang sangat
diperlukan yang berpusat pada situasi kehidupan nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar